JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana melakukan pembelian kembali (buy back) saham perseroan di tahun depan.
Pembelian kembali itu dilakukan karena harga saham belum sesuai dengan pertumbuhan kinerja perseroan. Harga saham GIAA saat ini masih berada di level Rp425- 460,yang artinya masih berada 50–60% di bawah harga saham perdana pada penawaran umum (initial public offering/ IPO) sebesar Rp750.
“Proses buy back saham baru boleh kami lakukan 12 bulan setelah IPO. Kalau harga masih belum mengalami kenaikan yang sesuai, kemungkinan buy backbisa kami lakukan,” ujar Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan di Jakarta kemarin. Garuda melakukan IPO dan pencatatan (listing) saham pada 11 Februari 2011.Jika menghitung 12 bulan setelahnya, maka proses buyback bisa dilakukan maskapai penerbangan nasional pada Februari 2012. Proses tersebut, lanjut Elisa, masih terus dikaji perseroan, termasuk besaran dana yang disiapkan serta porsi saham yang akan diserap.
Pembelian saham akan menggunakan dana dari kas internal.Nantinya,saham yang dibeli akan dimasukkan sebagai treasury stock yang bisa dijual kembali saat harga mengalami kenaikan yang sesuai. Dengan pertumbuhan kinerja yang semakin baik, Elisa optimistis,harga saham Garuda bisa kembali ke level pada saat IPO, bahkan di atas itu. Berdasarkan data kinerja terakhir yaitu kuartal III/2011,perseroan mampu meraih kenaikan laba bersih hingga 57,81% menjadi Rp308,61 miliar dari Rp195,55 miliar periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan pendapatan perusahaan BUMN sebesar 42,8% menjadi Rp18,11 triliun dari Rp12,68 triliun kuartal III/ 2010. Kenaikan pendapatan didapat dari peningkatan okupansi. Selama sembilan bulan pertama 2011, penerbangan berjadwal perseroan mencapai Rp16,33 triliun,naik 42% dari Rp11,44 triliun pada periode sama tahun lalu. Selain itu, Garuda Indonesia masih memproses rencana penghapusan defisit saldo perseroan melalui kuasireorganisasi. Elisa mengatakan,pengajuan dokumen kuasireorganisasi ke Bapepam-LK pada Februari atau Maret 2012.“Setelah adanya kuasireorganisasi, maka memungkinkan bagi kami melakukan pembagian dividen,” tutur dia.
Menurut data keuangan perseroan,rugi akumulatif Garuda Indonesia mencapai Rp6,8 triliun. Sehingga, tanpa adanya kuasireorganisasi, maka dividen baru akan memungkinkan dibagikan setelah 2014. Itu pun dengan catatan, perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba yang signifikan setiap tahunnya. Sementara, untuk peningkatan kinerja, Garuda Indonesia menargetkan adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 29,4% menjadi 22 juta penumpang di 2012 dari 17 juta penumpang tahun ini.
Penambahan tersebut akan dilakukan dengan melakukan pembukaan sejumlah destinasi baru serta armada pesawat yang dimiliki. Ada beberapa rute baru yang dibuka perseroan, baik penerbangan domestik maupun regional.Untuk rute luar negeri, perseroan akan menambah penerbangan untuk rute Jakarta- Shanghai tujuh kali dalam seminggu, dari sebelumnya yang hanya lima kali seminggu. Analis PT e-Trading Securities Muhammad Wafi mengatakan, proses efisiensi dan ekspansi Garuda Indonesia telah membuahkan hasil positif di akhir tahun ini. Terlihat dari pertumbuhan laba yang telah diperoleh pada kuartal III/2011.
Dengan pengelolaan yang semakin baik serta rencana ekspansi perseroan di tahun mendatang, dia yakin performa keuangan perseroan akan semakin positif. “Kinerja perseroan menunjukkan perkembangan yang positif, di mana tingkat keterisian (load factor) yang menjadi acuan pendapatan perusahaan terlihat membaik dari waktu ke waktu,” ungkap dia.
Pembelian kembali itu dilakukan karena harga saham belum sesuai dengan pertumbuhan kinerja perseroan. Harga saham GIAA saat ini masih berada di level Rp425- 460,yang artinya masih berada 50–60% di bawah harga saham perdana pada penawaran umum (initial public offering/ IPO) sebesar Rp750.
“Proses buy back saham baru boleh kami lakukan 12 bulan setelah IPO. Kalau harga masih belum mengalami kenaikan yang sesuai, kemungkinan buy backbisa kami lakukan,” ujar Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan di Jakarta kemarin. Garuda melakukan IPO dan pencatatan (listing) saham pada 11 Februari 2011.Jika menghitung 12 bulan setelahnya, maka proses buyback bisa dilakukan maskapai penerbangan nasional pada Februari 2012. Proses tersebut, lanjut Elisa, masih terus dikaji perseroan, termasuk besaran dana yang disiapkan serta porsi saham yang akan diserap.
Pembelian saham akan menggunakan dana dari kas internal.Nantinya,saham yang dibeli akan dimasukkan sebagai treasury stock yang bisa dijual kembali saat harga mengalami kenaikan yang sesuai. Dengan pertumbuhan kinerja yang semakin baik, Elisa optimistis,harga saham Garuda bisa kembali ke level pada saat IPO, bahkan di atas itu. Berdasarkan data kinerja terakhir yaitu kuartal III/2011,perseroan mampu meraih kenaikan laba bersih hingga 57,81% menjadi Rp308,61 miliar dari Rp195,55 miliar periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan pendapatan perusahaan BUMN sebesar 42,8% menjadi Rp18,11 triliun dari Rp12,68 triliun kuartal III/ 2010. Kenaikan pendapatan didapat dari peningkatan okupansi. Selama sembilan bulan pertama 2011, penerbangan berjadwal perseroan mencapai Rp16,33 triliun,naik 42% dari Rp11,44 triliun pada periode sama tahun lalu. Selain itu, Garuda Indonesia masih memproses rencana penghapusan defisit saldo perseroan melalui kuasireorganisasi. Elisa mengatakan,pengajuan dokumen kuasireorganisasi ke Bapepam-LK pada Februari atau Maret 2012.“Setelah adanya kuasireorganisasi, maka memungkinkan bagi kami melakukan pembagian dividen,” tutur dia.
Menurut data keuangan perseroan,rugi akumulatif Garuda Indonesia mencapai Rp6,8 triliun. Sehingga, tanpa adanya kuasireorganisasi, maka dividen baru akan memungkinkan dibagikan setelah 2014. Itu pun dengan catatan, perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba yang signifikan setiap tahunnya. Sementara, untuk peningkatan kinerja, Garuda Indonesia menargetkan adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 29,4% menjadi 22 juta penumpang di 2012 dari 17 juta penumpang tahun ini.
Penambahan tersebut akan dilakukan dengan melakukan pembukaan sejumlah destinasi baru serta armada pesawat yang dimiliki. Ada beberapa rute baru yang dibuka perseroan, baik penerbangan domestik maupun regional.Untuk rute luar negeri, perseroan akan menambah penerbangan untuk rute Jakarta- Shanghai tujuh kali dalam seminggu, dari sebelumnya yang hanya lima kali seminggu. Analis PT e-Trading Securities Muhammad Wafi mengatakan, proses efisiensi dan ekspansi Garuda Indonesia telah membuahkan hasil positif di akhir tahun ini. Terlihat dari pertumbuhan laba yang telah diperoleh pada kuartal III/2011.
Dengan pengelolaan yang semakin baik serta rencana ekspansi perseroan di tahun mendatang, dia yakin performa keuangan perseroan akan semakin positif. “Kinerja perseroan menunjukkan perkembangan yang positif, di mana tingkat keterisian (load factor) yang menjadi acuan pendapatan perusahaan terlihat membaik dari waktu ke waktu,” ungkap dia.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/453417/

No comments:
Post a Comment