Cari Lowongan Pekerjaan?
Mau Berhenti Merokok Dengan Cara Yang Gampang ?? Ini Caranya ......
Hasil Penelitian Suara "ngebas" Berpeluang Besar Jadi Politisi ....
Jakarta - Penelitian yang dirilis oleh seorang pakar biologi di Universitas Duke, Durham, menyebutkan penemuan yang menarik, di mana kandidat pemilihan umum yang memiliki jenis suara berat alias "ngebas" akan lebih berpeluang untuk mendapatkan suara yang lebih banyak daripada kandidat yang suaranya lebih tinggi.Studi yang disusun oleh pakar biologi dan pakar ilmu politik ini menujukkan bahwa para pemilih - baik laki-laki maupun perempuan - lebih menyukai kandidat politisi yang bersuara berat. Hal ini diyakini sebagai penjelasan bagaimana pilihan itu dibuat, bukan hanya soal ideologi atau kesukaan terhadap partai politik tertentu, tapi juga jenis suara kandidat.
"Kita sering mengambil pilihan dalam waktu singkat soal kandidat mana yang akan kita pilih, tanpa terlebih dulu tau persis bagaimana kebijakan-kebijakan yang si kandidat yakini. Hasil penelitian ini menjelaskan lebih jauh bahwa faktor suara ternyata juga ada pengaruhnya dalam urusan keputusan memilih kandidat politisi," kata pakar biologi Rindy Anderson seperti dikutip dari laman EurekAlert, Rabu.
Lebih lanjut ia mengatkaan, "Sudah jelas adanya bahwa suara kita membawa informasi lebih banyak daripada materi pembicaraan yang kita ucapkan. Hasil penelitian ini mungkin bisa dipakai sebagai jawaban mengapa kandidat politisi perempuan dengan suara yang 'cempreng' agak sulit menang dalam pemilihan untuk posisi jabatan tinggi."
Untuk menguji responden, Anderson dan timnya merekam suara perempuan dan laki-laki, "Saya minta Anda memilih saya November nanti", lalu suara itu diedit untuk didapati tingkat suara yang lebih rendah dan lebih tinggi daripada suara asli.
Tim peneliti memperdengarkan rekaman-rekaman suara itu kepada 37 responden laki-laki dan 46 responden perempuan di Universitas Miami, dan kepada 49 responden laki-laki serta 40 responden perempuan di Universitas Duke.
Hasilnya?
Baik laki-laki maupun perempuan "memilih" kandidat dengan suara yang lebih berat, tanpa mempedulikan gender si pembicara.
Selain diwartakan di laman EurekAlert, hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B edisi 14 Maret 2012.
Hasil penelitian ini adalah "langkah awal dalam upaya kita memahami mekanisme psikologis yang mempengaruhi pilihan-pilihan yang diambil oleh para pemilih," kata Brad Verhulst, seorang peneliti di Universitas Virginia Commonwealth di Richmond, Amerika.
Brad tidak termasuk ke dalam tim penelitian, namun ia berpendapat bahwa eksperimen ini sangat menarik karena bisa menjelaskan bagaimana publik menilai kompetensi dari kandidat pemilihan umum.
Jenis suara bisa mempengaruhi persepsi di masyarakat terkait dengan kompetensi, kejujuran, dan kekuatan kandidat politisi.
Kandidat - baik itu perempuan atau laki-laki - dengan pita suara yang "ngebas" cenderung dipandang lebih kuat, bisa dipercaya, dan kompeten di bidangnya.
Musik Klasik Dapat Seimbangkan Fungsi Otak Kiri dan Kanan ....
Semarang - Pimpinan International Brain Academy (IBA) Indonesia, Jong Ren Young mengatakan, memainkan musik klasik dapat membantu menyeimbangkan fungsi antara otak kiri dan kanan."Secara umum, orang Asia dilahirkan secara genetik dengan fungsi otak kanan lebih dominan," katanya di sela pergelaran "Asia IBA Concert Tour 2009-2010" di IBA Semarang, Senin malam.
Padahal, kata dia, penggunaan otak kanan saja tanpa memperhatikan otak kiri tidak akan cukup, terutama berkaitan dengan cara berpikir logis yang dipengaruhi oleh fungsi otak kiri.
Menurut dia, otak kanan berfungsi untuk memberikan fantasi, apresiasi seni, dan sebagainya, sementara otak kiri bertugas dalam pemecahan masalah, sehingga harus digunakan secara seimbang.
Ia mengatakan, keadaan tersebut berbeda dengan orang-orang Barat yang memang terlahir secara genetik dengan fungsi otak kiri biasanya lebih dominan dibandingkan dengan otak kanan.
"Hal ini dibuktikan dengan kemunculan nama-nama para ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari Barat, sedangkan ilmuwan dari Asia hampir tidak dapat ditemui," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, untuk menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri dapat dilakukan dengan cara memainkan musik klasik, seperti metode pembelajaran musik yang diajarkan di IBA.
"IBA tidak seperti sekolah musik biasanya, namun IBA merupakan sekolah musik yang membantu siswa menggunakan fungsi otak kiri dan kanan secara seimbang lewat permainan musik klasik," katanya.
Menurut dia, kalaupun nantinya siswa yang bersangkutan menjadi seorang yang sangat mahir dalam memainkan alat musik, hal itu merupakan hasil sampingan yang tidak menjadi tujuan utama IBA.
Selain mengaktifkan fungsi otak kiri dan kanan secara seimbang, lanjut dia, metode yang diterapkan dalam pembelajaran musik di IBA juga dapat menyeimbangkan fungsi sum-sum tulang belakang.
Ia menjelaskan, metode pembelajaran musik di IBA secara spesifik adalah memperkenalkan ritme, harmoni, dan hal-hal bersifat matematis yang terdapat dalam musik, terutama musik klasik.
IBA Indonesia, kata dia, saat ini baru ada di Jakarta, Surabaya, dan Semarang, sedangkan di luar negeri sudah ada di Australia, Singapura, Hongkong dan berpusat di Jerman.
"Untuk IBA Indonesia, kami tidak menggunakan musik Asia karena coraknya masih mengandalkan fungsi otak kanan, sehingga memilih musik-musik klasik yang berasal dari Barat," kata pria yang berdomisili di Jerman itu.
Dalam pergelaran itu, para pianis cilik IBA Jerman, IBA Indonesia dan SD Bernardus secara bergantian beraksi menghibur penonton dengan menunjukkan kepiawaiannya menarikan jari-jarinya di atas tombol piano.
Stephanus Maximillian (15), salah satu pianis IBA Indonesia mencoba kebolehannya bermain piano dengan memainkan satu lagu dari "soundtrack" film Pirates of Caribbean hanya menggunakan satu tangan.
"Saya ingin benar-benar menjiwai lagu ini, karena tokoh aslinya adalah bajak laut yang hanya memiliki satu tangan utuh, saya juga memakai satu tangan," kata siswa SMP Domenico Savio Semarang itu sesaat sebelum membawakan lagu. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2009
SESUATU YANG DISEBUT AGAMA ITU….
Waktu aku kecil, aku mengetahuinya sebagai “hal yang mesti kita miliki selain nama, tempat serta tanggal lahir, dan alamat rumah.”
Agama?
Waktu aku sekolah menengah pertama, aku mengetahuinya sebagai “sebuah wadah agar manusia tidak menjadi kacau.”
Agama?
Waktu aku mengenyam bangku perkuliahan, aku mengetahuinya sebagai “pilihan hidup yang mestinya diyakini melalui pencarian panjang.”
Agama?
Tidak sedikit yang menjualnya
Melakukan tidak sedikit tindakan atas nama ‘agama’
Menganggap semuanya akan terdengar dan terlihat BENAR dengan menyematkan kata ajaib, ‘agama’
Agama?
Tidak sedikit yang berani menghukumi yang lain SALAH hanya dengan ‘agama’
Tidak sedikit hal yang terkesan dikait-kaitkan dengan ‘agama’
Agama?
Bukankah kata Karl Max “Agama adalah candu”?
Agama?
Kita, di bumi Indonesia ini memiliki agama yang beragam
Namun, sungguh mengherankan jika kita berani menganggap negara kita sebagai ‘negara agama’
Adakah dengan ber’agama’ membuat kita egois dengan menganggap kitalah yang benar?
Lantas dimanakah toleransi itu?
Undang-undang itu tidak bisa hanya berdasarkan satu ‘agama’ saja Bung?
Bukankah sebagai orang ber’agama’ mestinya kita bijak menyikati perbedaan mazhab, bukan sebaliknya?
Bukankah ‘agama’ dengan asas cinta senantiasa menganjurkan kita untuk lebih peka menyimak realita sosial ketimbang peribadatan individu, apapun ‘agama’ Anda?
Ahhh, apakah kita telah benar-benar ber’agama’ atau hanya numpang terlihat ber’agama’?
Karya Surya Labetubun
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2012/02/sesuatu-yang-disebut-agama-itu.html#ixzz1lmN9nw8i
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
Bisnis Baru di China Lewat Telapak Tangan (rajah)
Jakarta - Beberapa taman kanak-kanak di provinsi Shanxi di China, menarik bayaran 1.200 yuan kepada para orangtua untuk jjasa meramal masa depan anak-anak tersebut lewat telapak tangan (rajah).Rajah tangan ini diklaim dapat memprediksi tingkat intelejensi dan potensi para balita, sebagaimana yang dikutip Xinhua dan diberitakan oleh Reuters.
Para orang tua pun berbondong-bondong mengunjungi taman kanak-kanak di provinsi utara China tersebut dan membawa serta anak-anak mereka untuk diramal. Ramalan ini dirancang untuk balita di atas usia tiga bulan.
Menurut Shanxi Daomeng Culture Communication Co, perusahaan yang merancang tes rajah tangan tersebut, pembacaan garis tangan atau rajah tangan dapat mengukur kecerdasan bawaan serta potensi yang anak-anak miliki, sebagaimana yang dilaporkan oleh Xinhua dan diberitakan Reuters.
Di China yang dikuasai Partai Komunis, kebijakan satu-anak telah membuat para orangtua menekankan dan mengedepankan pendidikan bagi anak-anak dengan harapan keturunan mereka akan menyokong orang tua saat renta.
Beberapa ahli menolak gagasan teknologi rajah tangan ini.
"Teknologi ini masih belum terbukti," kata seorang ahli pediatri yang dikutip Xinhua.
Meramal, termasuk rajah tangan adalah tradisi China yang sudah berakar, namun para pemimpin China menganggapnya sebagai takhyul serta tidak menyukai dan menghukum mereka yang berpraktik rajah tangan.
Banyak orang, termasuk pejabat pemerintahan, mencari juru ramal untuk membantu mereka dalam keuangan, karir dan persoalan pribadi. Banyak pasangan China datang kepada peramal untuk merencanakan waktu yang tepat untuk melahirkan anak sesuai dengan penanggalan tradisional China. (M048)
Editor: Ari Aji Kustiawan
Ibnu Sina (Aviciena), Adalah Tokoh Kedokteran Islam

Daun Pepaya Sebagai Obat
Kegunaan
Pohon pepaya sudah terkenal sejak dahulu sebagai tanaman berkhasiat atau herbal yang dapat meyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap bagian pohon pepaya dapat dimanfaatkan, artikel ini hanya akan membahas manfaat daun pepaya, karena satu bagian ini pun sudah memiliki banyak manfaat.
Pelembut daging
Menambah nafsu makan
Antikanker
Memperlancar pencernaan
Pengontrol tekanan darah
Obat demam berdarah
Obat nyeri haid
Obat jerawat
Cuaca Dingin dan Hujan Tak Sebabkan Masuk Angin ....
Ingin menghindari masuk angin, jangan tinggal di dalam rumah. Begitu yang disarankan oleh ahli penyakit menular, Profesor Peter Collignon. Beberapa anggapan yang mengatakan bahwa cuaca dingin dan hujan di luar bisa menyebabkan sakit, ternyata sudah dianggap sebagai 'ajaran' kuno."Anggapan bahwa lebih baik tinggal di dalam rumah ketika cuaca luar sedang dingin bukan hanya salah, namun berbahaya," ujar pria yang juga direktur Penyakit Infeksi di Australian National University di Canberra.
Ia menganggap orang yang berada di dalam rumah justru lebih berpotensi untuk sakit. Menurutnya, bukan kondisi cuaca yang membuat seorang menjadi sakit. Namun, ia menganggap respon terhadap suhu dingin itulah yang menyebabkan sakit. Di dalam ruangan, virus justru lebih berpotensi untuk tersebar.
"Mereka yang tinggal di dalam rumah juga kurang mendapatkan vitamin D karena mereka tidak mendapatkan sinar matahari," ujar dia.
Dua profesor ahli penyakit menular di Australia mengatakan orang-orang yang pergi ke luar saat cuaca dingin dan hujan mendapatkan lebih banyak vitamin D sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk sakit flu.
Pakar lain, dari University of Sydney, mengingat percobaan yang dilakukan di Inggris beberapa tahun yang lalu. Profesor David Isaacs menceritakan bagaimana para peneliti dari Research Unit Common Cold di Salisbury menempatkan relawan di sebuah kolam renang di tengah musim dingin dan ternyata mereka tidak pilek.
"Dingin itu tidak menyebabkan anda menjadi demam," katanya. "Stres karena berada di dalam ruangan yang penuh sesak, jauh lebih berbahaya," ujar Isaacs.
Penelitian ini turut diamini oleh beberapa ibu. Miami Hazell, salah seorang ibu mengatakan anaknya menderita asma dan paru-paru kronis. Sang anak justru mendapat keuntungan ketika berada di luar ketika sedang hujan dan cuaca dingin.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Annette Sage. Ibu ketiga anak ini berkemah pada saat musim dingin. Keluarga itu bahkan berenang di laut, namun tak satupun anaknya yang mengalami sakit.
11 Sumber Asal-usul Manusia
1. Norwegia: Kematian Nenek Moyang Manusia Raksasa Menciptakan Jutaan Materi
Semua orang yang diberitahu mengetahui, Tuhan membuat jembatan dari bumi ke surga yang disebut Bifröst. Ada yang menyebutnya pelangi. Ia mempunyai tiga warna dan sangat kuat, bila dibandingkan dengan struktur lainnya ia dibuat dengan kecekatan dan kecerdasan tinggi, namun sangat kuat, ia akan putus bila anak Muspell menaikinya. Tuhan tidak akan marah bila struktur ini putus. Bifröst adalah jembatan bagus, namun di dunia ini tidak ada yang bisa diandalkan jika anak Muspell sedang berperang. Sangsi dari Tuhan adalah oleh pohon Ash yaitu Yggdrasil. Mereka mengadakan pengadilan harian. Yggdrasil adalah yang paling bagus dan paling agung dari semua pohon. Ranting-rantingnya berkembang ke seluruh dunia dan naik ke atas mencapai surga.
2. Persia: Mitos Agama Menyembah Api (Zoroastrianism)
3. Babylon: Dewi Kejahatan Setelah Meninggal Menciptakan Langit dan Bumi
4. Mesir Kuno: Pada Awalnya, Dunia Berada Dalam Kondisi Kacau Balau
5. Aztescs di Mesiko Kuno
6. China: Pangu Membuka Langit, Nuwa Menciptakan Manusia
7. Jepang: Bumi Adalah Pulau yang Menyendiri
8. India: Prisip Alam Semesta dan Langit Brahma
9. Yunani dan Titan
10. Agama Yahudi dan agama Kristen: Adam dan Hawa
11. Agama Islam
"Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib....." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)
Tahapan kejadian manusia :
- Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
- Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
- Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
"...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)..." (QS. Az Zumar (39) : 6).
Fosil Jangkrik Predator dari Zaman Dinosaurus
![]() |
| Fosil Serangga Predator 100 juta tahun |
Khasiat Daun Sirsak
Khasiat daun sirsak – Saat ini telah banyak orang yang telah membuktikan khasiat dari daun sirsak itu sendiri. Tak terkecuali hal ini dikarenakan manfaat dari daun sirsak yang dapat membantu mengobati beberapa penyakit penting seperti kanker. Bukan hanya buah sirsaknya yang enak dimakan, daunnya pun dapat dijadikan pengobatan alternatif untuk penyakit kanker.Banyak cerita yang dipostingkan di beberapa blog tentang khasiat daun sirsak yang dapat menyembuhkan penyakit kanker. Khasiat dari daun yang dapat menyembuhkan penyakit kanker ini berawal dari suku-suku (tribes) di amazon, amerika tahun 90-an yang digunakan sebagai jamu tradisional dalam menyembuhkan beberapa penyakit penting. Seharusnya daun sirsak ini telah dijadikan obat seperti kapsul atau lain sebagainya. Karena pada penelitian yang dilakukan oleh ahli farmasi tidak mau membuat obat tersebut dikarenakan pohon dari sirsak ini umum yang dapat di temukan di lingkungan sekitar rumah.
Karena ahli farmasi tersebut takut akan tidak lakunya obat-obatan yang mereka jual. Makanya mereka merahasiakan khasiat dari daun sirsak itu sendiri. Akan tetapi salah satu rekan dari penelitian tersebut membocorkan ramuan ini karena salah satu dari krabatnya menderita penyakit kanker. Setelah beberapa waktu kanker krabatnya tersebut sembuh. Hal tersebut langsung menuai pertanyaan oleh dokter dan menjadi bahan pembicaraan oleh dokter-dokter yang menangani penyakit kanker pada saudaranya tersebut. Sampai hal ini menyebar luas oleh masyarakat umum.
Nah untuk itu jangan sepelekan obat tradisional. Sebab banyak obat-obatan yang diracik dari bahan alami. Dari pada membuang uang yang begitu banyak, lebih baik memanfaatkan bahan alami di sekitar rumah yang dapat menyembuhkan penyakit. Terbukti sekarang ini banyak orang yang telah sembuh dari kankernya berkat ramuan dari daun sirsak tersebut. Walaupun ramuan tersebut gratis didapat dari lingkungan sekitar rumah kita, akan tetapi ramuan ini tidak “ces-pleng” menyembuhkan langsung perlu diimbangi juga dengan kemoterapi dan butuh waktu yang lumayan cukup lama agar dapat bekerja maksimal menyembuhkan penyakit kanker tersebut.
Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali. Efek dari ramuan tersebut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras.
Termasuk juga:
manfaat daun sirsak , khasiat daun sirsak , daun sirsak , sirsak , kegunaan daun sirsak , manfaat daun sirsat , kasiat daun sirsak , manfaat daun sirsak untuk kesehatan , khasiat daun sirsat , kasiat daun sirsat
Sejarah Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Universitas Wijayakusuma yang disingkat UNWIKU merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berada di wilayah Jawa Tengah bagian barat yakni di daerah pengembangan V Jawa Tengah tepatnya di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Berdirinya UNWIKU adalah sebagai perwujudan dari cita-cita Yayasan Wijayakusuma yaitu ingin berperan secara aktif melaksanakan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum di dalam akta pendirian yayasan nomor : 29 tanggal 07 Juni 1980 dan disahkan oleh Pengadilan Negeri Purwokerto nomor : 62/1980/AKTA tanggal 19 Agustus 1980. Pendirian UNWIKU didukung oleh Menko Kesra, Kodam IV Diponegoro, Pemerintah Daerah, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto serta masyarakat Banyumas pada umumnya, sehingga pada tanggal 17 Juni 1980, Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dengan Surat Keputusan nomor : 064/K/22/Kop/VI/1980 mengukuhkan berdirinya UNWIKU.
Fakultas yang pertama dibuka adalah Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, satu tahun kemudian yaitu tahun 1981 dibuka lagi Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik yang semuanya merupakan jenjang pendidikan Sarjana Muda. Sehubungan dengan adanya perubahan jenjang pendidikan Sarjana Muda menjadi jenjang pendidikan Diploma, maka pada tahun 1983 fakultas di lingkungan Universitas Wijayakusuma diadakan perubahan jenjang dari jenjang pendidikan Sarjana Muda menjadi jenjang pendidikan Sarjana (Strata-1). Kemudian pada tahun 1988 dibuka satu fakultas lagi yaitu Fakultas Peternakan dengan jenjang pendidikan Sarjana (Strata-1).
Sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap tenaga ahli madya yang siap pakai serta sebagai implementasi salah satu maksud dan tujuan dari cita-cita Yayasan Wijayakusuma yaitu mengadakan pendidikan, maka pada tahun 1998 dibuka program pendidikan Diploma-3 di Fakultas Teknik sebanyak 2 (dua) program studi yaitu Teknik Elektronika dan Teknik Sipil sedangkan di Fakultas Ekonomi sebanyak 2 (dua) program studi yaitu Akuntansi dan Manajemen Perusahaan. Pada tahun 1999 dibuka lagi Manajemen Informatika Diploma-3 yang bernaung di bawah Fakultas Ekonomi.
Mengenal Aksara Jawa
Menurutku, aksara Jawa tuh penting banged mengingat aku adalah orang Jawa (walo cuma Jawa keturunan), aksara Jawa adalah bagian yang sangat penting dari kebudayaan Jawa, dan (ini yang bahaya) sekarang lagi marak2nya isu tentang hak paten sebuah budaya. Tolong ya, aksara Jawa itu BERASAL DARI JAWA (dari namanya juga ketauan kan!) MILIK INDONESIA, jadi buat negara2 lain yang seneng sama aksara Jawa, kalo seneng ya seneng aja. Ngeliat boleh, meneliti boleh, make juga boleh, tapi JANGAN sekali2 MENGAKU MEMILIKI aksara ini. Oke?! Jangan bikin emosi!
Oke, jadi, ini nih yang disebut aksara Jawa :

Aksara Jawa
Aksara Jawa ini punya sejarahnya sendiri, legenda atau mitos gitu, yang dipercaya sebagai asal mula munculnya aksara ini. Sayangnya, ga banyak anak muda Indonesia sekarang yang peduli, apalagi tau tentang kisah2 kayak gini yang (lagi-lagi) merupakan komponen dari kebudayaan Indonesia. Walopun ada juga kontroversi ttg cerita ini (kapan2 aku post), cerita yang aku tampilin di bawah ini adalah cerita yang aku kenal sejak kecil. Oiya, aku pernah nyeritain kisah ini ke temenku dari California, USA. Katanya, kisah ini bagus banged, artistik banged. Orang luar negeri aja suka sama cerita ini, masa kita yang orang Indonesia malah nyuekin cerita2 kayak gini. Kita ga perlu percaya cerita ini bener2 terjadi, karena emang ga ada jaminan cerita ini beneran pernah terjadi, tapi kita mustinya tau tentang cerita2 tradisional kayak gini… Pertama, untuk menjaga kebudayaan kita, identitas kita. Kedua, apa ya ga malu, masak orang Indonesia ga tau cerita rakyat dari Indonesia? Minimal dari daerah sendiri deh… Ketiga, untuk menjaga keaslian budaya kita. Keempat, untuk menjaga biar budaya kita ga dicomot oleh negara lain dan diaku sebagai budaya sana (which is soooooo damn irritating!)
Haduh, kebanyakan ngomong kayaknya.. Ya sudah, ini dia, kisah Ajisaka!
Jaman dulu, di Pulau Majethi, hidup seorang satria bernama Ajisaka. Selain ganteng, Ajisaka juga punya ilmu tinggi dan sakti. Ajisaka punya dua orang punggawa bernama Dora san Sembada. Dua orang itu sangat setia dan nurut sama Ajisaka. Suatu hari, Ajisaka ingin pergi berkelana, bertualang meninggalkan Pulau Majethi. Dora pergi menemani Ajisaka sedangkan Sembada tetap tinggal di Pulau Majethi karena Ajisaka memerintahkan Sembada untuk menjaga pusaka Ajisaka yg paling sakti. Ajisaka berpesan pada Sembada bahwa Sembada ga boleh menyerahkan pusaka itu kepada siapapun kecuali Ajisaka.
Nah, pada waktu itu di Jawa ada negara yang terkenal makmur, aman, dan damai, yang berjudul Medhangkamulan. Negara itu dipimpin oleh Prabu Dewatacengkar, raja yang berbudi luhur dan bijaksana. Seuatu hari, juru masak kerajaan tidak sengaja memotong jarinya waktu masak. Juru masak itu ga sadar bahwa potongan jarinya masuk ke hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Raja. Tanpa sengaja juga, jari itu termakan oleh Prabu Dewatacengkar. Ga disangka, Prabu Dewatacengkar merasa daging yang dia makan sangat lezat, kemudian ia mengutus patihnya menanyai juru masak kerajaan. Ternyata kemudian diketahui bahwa yang tadi dimakan oleh Prabu Dewatacengkar adalah daging manusia, ia memerintahkan kepada patihnya untuk menyiapkan seorang rakyatnya untuk disantap setiap harinya. Sejak itu Prabu Dewatacengkar punya hobi baru, yaitu makan danging manusia. Wataknya berubah jadi jahat dan senang melihat orang menderita. Negara itu berubah jadi negara yang sepi karena satu per satu rakyatnya dimakan oleh rajanya, ada juga rakyat yang lari menyelamatkan diri. Sang Patih bingung, karena ga ada lagi rakyat yang bisa disuguhkan kepada rajanya.
Saat itulah Ajisaka bersama Dora sampe di Medhangkamulan. Ajisaka heran melihat keadaan negara yang sunyi dan menyeramkan itu, kemudian ia mencari tahu sebabnya. Setelah tau apa yang terjadi di Medhangkamulan. Ajisaka lalu menghadap Patih, menyatakan bahwa ia sanggup menjadi santapan Sang Raja. Awalnya Sang Patih tidak mengijinkan Ajisaka yang masih muda dan (ehem..) ganteng jadi santapan Prabu Dewatacengkar, tapi Ajisaka tetep maksa sampe akhirnya dia dibawa juga untuk menghadap Prabu Dwatacengkar. Sang Prabu juga heran, kenapa orang yang masih muda dan tampan mau-mau aja jadi santapannya. Ajisaka mengajukan syarat, dia rela dimakan Sang Prabu asal dia dihadiahi tanah seluas ikat kepalanya. Selain itu, Ajisaka juga minta Prabu Dewatacengkar sendiri yang mengukur tanah tersebut. Permintaan itu dikabulkan oleh Sang Prabu. Ajisaka kemudian meminta Prabu Dewatacengkar menarik salah satu ujung ikat kepalanya. Ajaibnya, ikat kepala itu mulur terus kayak ga ada habisnya. Prabu Dewatacengkar terpaksa mundur dan mundur terus mengikuti ikat kepala itu sampe di tepi laut selatan. Ajisaka mengibaska ikat kepala tersebut, hal ini membuat Prabu Dewatacengkar terlempar ke laut. Wujud Prabu Dewatacengkar lalu berubah menjadi buaya putih, sedangkan Ajisaka menjadi raja di Medhangkamulan.
Setelah jadi raja, Ajisaka menyuruh Dora pergi ke Pulao Majethi untuk ngambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Sampe di Pulau Majethi, Dora menjelaskan pada Sembada bahwa dia datang atas perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka yang dijaga Sembada. Sembada yang patuh pada pesan Ajisaka ga mau ngasih pusaka itu ke Dora. Dora memaksa agar pusaka itu diserahkan ke dia. Akhirnya dua orang itu bertarung. Karena dua-duanya sama-sama sakti, pertarungan berlangsung seru sampai mereka berdua tewas.
Prabu Ajisaka mendengar kabar kematian Dora san Sembada. Dia menyesal mengingat kelalaiannya dan kesetiaan Dora dan Sembada. Untuk mengabadkan dua punggawanya itu Ajisaka menciptakan sebuah aksara yang bunyinya :
ha na ca ra ka
Ana utusan (ada utusan)
da ta sa wa la
Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)
pa dha ja ya nya
Padha digdayané (sama-sama sakti)
ma ga ba tha nga
Padha dadi bathangé (sama-sama mejadi mayat)
Itu dia kisah Ajisaka.
Filosofi Tembang Lir-Ilir
Lir-Ilirby Sunan Kalijaga
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
Penekna belimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna
Kanggo mbasuh dodod iro
Dodod iro, dodod iro
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana, jlumatana
Kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak ’a, surak “hiyoo”
Makna :
Lir ilir... lir ilir... tandure wus sumilir :
Sayup-sayup bangun (dari tidur), tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Bagaikan
tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima
petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.
tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar :
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Hijau adalah simbol warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati
siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya. Ada juga penafsiran yang mengatakan
bahwa pengantin baru maksudnya adalah raja2 jawa yang baru masuk Islam.
Cah angon... cah angon... penekna blimbing kuwi :Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol
dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan untuk memberi contoh kepada
rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.
Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodotira :
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
Dengan kalimat ini Sunan memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima
rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga
kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan
sembarang pakaian biasa
Dodotira... dodotira... kumitir bedah ing pinggir :
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan
beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore :
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja.
Disini Sunan memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara
menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane :
Selagi sedang terang rembulannya, selagi sedang banyak waktu luang
Selagi masih banyak waktu, selagi masih banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah.
Yo surako surak hiyo :
Mari bersorak-sorak ayo...
Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Tuhan. Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.



