Cari Lowongan Pekerjaan?

(apa-->diisi Pekerjaan Yang anda Cari) (di Mana-->diisi Kota Pilihan anda) Selanjutnya Klik Cari.
Peran Mahasiswa di Masyarakat

TelkomCloud, Solusi Meningkatkan Efisiensi Perusahaan dan Institusi

Jakarta Telkom luncurkan layanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bernama TelkomCloud. Layanan berbasis komputasi awan (cloud computing) ini ditujukan bagi berbagai institusi, baik pemerintahan, perusahaan korporasi, maupun UKM, untuk meningkatkan efisiensi di bidang TIK.

Memanfaatkan TelkomCloud, perusahaan yang memiliki sistem dan infrastruktur TIK dalam menunjang produk/layanannya tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran berbelanja perangkat IT seperti server yang mahal. Perusahaan hanya perlu membayar biaya sewa layanan yang digunakan, sehingga jelas menjadi lebih efisien dibandingkan membeli sendiri.

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menggunakan layanan TelkomCloud ini sesuai dengan seberapa banyak kapasitas hardware/software yang digunakan. Saat penggunaan meningkat (misalnya banyak yang mengakses website), biaya akan meningkat. Akan tetapi, saat penggunaan menurun, biaya pun berkurang. Itulah efisiensi berikutnya yang dihasilkan layanan TelkomCloud.

Selain itu, perusahaan dapat fokus pada inti bisnis/produk/layanannya tanpa perlu pusing dengan urusan infrastruktur TIK. Tanggung jawab mengenai perawatan hardware/software dapat diserahkan kepada TelkomCloud, perusahaan tidak perlu memiliki unit pengelolaan khusus sendiri. Karena tidak perlu mengeluarkan biaya gaji karyawan secara rutin, perusahaan pun menjadi lebih efisien.

Keuntungan efisiensi berikutnya dari menggunakan layanan TelkomCloud adalah tentang skalabilitas. Perusahaan dapat mengembangkan kapasitas infrastruktur TIK-nya dengan mudah dan dalam waktu kapan saja, sekali lagi tanpa harus menghabiskan anggaran untuk berbelanja (dalam hal hardware/software maupun SDM).

Satu hal yang menarik adalah layanan TelkomCloud dapat diakses melalui smartphone. Menjamurnya penggunaan smartphone di masyarakat membuat berbagai perusahaan khususnya yang masih dalam skala kecil dan menengah dapat memanfaatkan smartphone untuk menjalankan bisnisnya.

Sebagai salah satu pemain di bidang komputasi awan di Indonesia, Telkom sejak 2009 gencar mengedukasi berbagai industri di Indonesia tentang pentingnya layanan komputasi awan dalam menunjang perluasan bisnis mereka. 

Penolakan yang sering dikemukakan adalah anggapan bahwa layanan komputasi awan kurang aman. Padahal, terdapat lapisan pengamanan khusus dari sistem komputasi awan untuk meningkatkan keamanan data dan sistem Anda.

Semakin efisien sebuah perusahaan/institusi berjalan, semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan. Oleh karena itu, TelkomCloud sebagai layanan terpercaya dari Telkom dapat menjadi solusi bagi pemerintahan, korporasi, dan UKM untuk meningkatkan efisiensi, khususnya di bidang teknologi informasi.

www.telkomcloud.com
[Read More...]

Bidik USD 1 Miliar, Menlu Kukuhkan Kerjasama Ekonomi di Kolombo

Menlu RI Marty Natalegawa memimpin delegasi Komisi Bersama RI-Sri Lanka di Kolombo(26- 27/1/2012). Disepakati dalam empat tahun ke depan, saat memasuki Komunitas ASEAN 2015, peningkatan volume perdagangan ditargetkan mencapai USD 1 miliar. 

Demikian Direktur Informasi dan Media Kementerian Luarnegeri RI PLE Priatna kepada detikfinance, Kamis malam atau Jumat (27/1/2012) dinihari WIB. 

Selain berunding dengan Menlu Sri Lanka Prof. G.L. Peiris, Menlu RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Mahinda Rajapaksa untukmenindaklanjuti hasil-hasil pertemuan antara Presiden RI Dr. Yudhoyono dengan Presiden Rajapaksa di Bali, Desember 2011 lalu. 

Komisi Bersama juga telah mengidentifikasi berbagai bidang kerjasama konkrit lainnya yang dapat dimajukan, antara lain kelapa sawit dan teh (pertanian), pariwisata, kebudayaan, pendidikan, serta kerjasama teknik. 

Kedua Menlu juga menandatangani dua Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) yaitu mengenai Kerjasama Kebudayaan dan Kerjasama Pelatihan Diplomatik antara Kementerian Luar Negeri kedua negara. 

Di samping itu Indonesia menawarkan bantuan kerjasama teknik bagi peningkatan kapasitas Sri Lanka di sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan negara tersebut.Pada tahun 2012 ini, misalnya, Indonesia telah merencanakan program pelatihan di sektor agroindustri, khususnya buah- buahan dan sayuran, dan juga perikanan. 

Komisi Bersama juga menyepakati penyelenggaraan Forum Bisnis Indonesia-Sri Lanka di Kolombo pada paruh kedua tahun ini. 

Menurut Priatna, pertemuan yang dipimpin bersama oleh kedua Menlu ini menandai era baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Sri Lanka. 

"Tidak saja karena untuk pertama kali kedua negara menyelenggaraan pertemuan dalam format Komisi Bersama, lawatan ini diselenggarakan pada kesempatan peringatan HUT ke-60 hubungan diplomatik kedua negara," pungkas Priatna.








http://us.finance.detik.com

[Read More...]

Produk Alat Kesehatan RI Rambah Pasar Timur Tengah

Produk-produk alat kesehatan made in Indonesia merambah pasar Timur Tengah, antara lain peralatan oxygen concentrate, baby incubator dan infant warmer. 

Untuk memperluas pasar, dua perusahaan manufaktur Indonesia ikut ambil bagian dalam The 37th Arab Health Exhibition and Congress 2012 di Dubai, sebuah pameran terbesar kedua di dunia setelah Medica di Dusseldorf, Jerman. 

"Melalui pameran ini mereka berharap dapat memperoleh transaksi pembelian lebih besar, termasuk kerjasama bisnis, tidak hanya dengan pengusaha UAE tetapi juga dari negara-negara lain," demikian keterangan pers Konsul Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya kepada detikfinance, Kamis (26/1/2012). 

Produk Indonesia lainnya yang telah jauh lebih dulu dipakai di rumahsakit-rumahsakit di Timur Tengah adalah hospital furniture dengan mitra lokal sebagai distrbutor tunggal untuk wilayah UAE. 

Dalam pameran ini juga berhasil ditandatangani perjanjian transaksi pembelian dan distribusi dengan importir dari Arab Saudi. Produk yang ditawarkan memiliki kualitas tidak kalah dengan produk sejenis buatan negara lain dan dengan harga jauh Iebih kompetitif. 

Pameran dengan luas area 37.872 m2 dibuka oleh Wakil Emir Dubai yang juga Menteri Keuangan dan Industri UAE Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, diikuti 3.000 peserta dari 60 negara dan beberapa perusahaan multinasional. 

Sekitar 65.000 profesional di bidang kesehatan dari seluruh dunia menghadiri kegiatan ini. Selain pameran, juga ada 17 kegiatan seminar dan kongres yang terakreditasi secara internasional dengan menampilkan 500 pembicara ahli dan praktisi industri kesehatan terkemuka dunia dan mengetengahkan berbagai topik penting di bidang kesehatan. 

Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran mengapresiasi langkah dua perusahaan Indonesia dalam pameran ini, yang sangat strategis untuk menembus pasar UAE, juga Timur Tengah lainnya dan Afrika Utara (MENA), yang memiliki potensi pertumbuhan pasar industri kesehatan sangat besar yakni USD 80 miliar per tahun. 

Sekitar 4,3% (USD 66 miliar) GDP MENA digunakan untuk anggaran kesehatan atau USD 315 per kapita. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat MENA hingga USD 8.187 (2010), turut mendorong peningkatan kebutuhan produk peralatan medis berkualitas dengan tuntutan pelayanan kesehatan yang meningkat pula. 

"Sebuah langkah pemasaran dan promosi yang tepat, apalagi mengingat posisi Dubai sebagai hub strategis tidak hanya bagi lalulintas barang, namun juga manusia dan modal," ujar Konjen. 

Lanjut Konjen, Dubai masih tetap menjadi hub atraktif serta merupakan pusat bisnis terbesar di kawasan Timur Tengah dengan daya beli tinggi, Iokasi strategis, kelengkapan sarana infrastruktur dan lingkungan usaha yang kondusif. Perekonomian Dubai juga telah tumbuh positif pasca krisis global 2008. 

Konjen menyampaikan komitmen KJRI Dubai untuk membantu menjembatani kerjasama bisnis di bidang peralatan rumah sakit antara pengusaha Indonesia dan Dubai maupun UAE. Namun Konjen berharap agar mereka melaksanakan setiap komitmen bisnis secara profesional, serta konsisten menjaga kepercayaan mitra bisnis dan konsumen Iuarnegeri. 

Menurut Konjen, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan serangkaian pertemuan dengan beberapa pemilik rumah sakit di Dubai, termasuk dengan Belhoul Hospital, untuk membahas penempatan perawat Indonesia. 

"Peluang itu akan kami manfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk peralatan rumah sakit buatan Indonesia tersebut," demikian Konjen.




http://us.finance.detik.com/
[Read More...]

Pemerintah Mendadak Batalkan Rapat Kebijaan BBM dengan Komisi VII DPR RI

Pemerintah mendadak membatalkan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada hari ini, bahkan belum ada kepastian penjadwalan ulang pembahasan usulan program-program kebijakan terkait dengan bahan bakar minyak (BBM).

"Seharusnya rapat itu diselenggarakan pada hari ini. Tidak ada alasan jelas atas pembatalan rapat, bahkan penundaan sampai kapan waktunya juga belum ada konfirmasinya," kata anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Aryani, kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.

Menurut Dewi Aryani, penundaan itu--bisa dikatakan--Pemerintah telah melakukan "mal administrasi" karena mengabaikan tugasnya dan mengganggap enteng masalah yang sudah menjadi perdebatan publik.

Bahkan, kata dia, sebagian publik sudah merasakan keresahan, termasuk pengusaha, pengguna kendaraan, sampai rakyat pengguna angkutan umum, nelayan pengguna solar, dan anggota masyarakat lainnya.

Ia mengutarakan, dengan tertundanya sektor ini, rakyat merugi. Dalam hal ini, Ombudsman harus melakukan tindakan terhadap situasi ini.

Dewi menegaskan bahwa Ombudsman merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk BUMN dan BUMD.

Mal administrasi menurut Undang-Undang tentang Ombudsman Republik Indonesia merupakan perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang, atau tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut.

"Termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan," katanya memaparkan.

Dia menduga Pemerintah sudah berkali-kali melakukan "mal administrasi" di sektor energi. "Sudah saatnya Ombudsman RI harus bergerak dan bekerja atas nama Rakyat dan NKRI," ujarnya.

Dewi yang juga kandidat doktor administrasi dan kebijakan publik bidang energi Universitas Indonesia meminta institusi tersebut mendorong Pemerintah melakukan pemerintahan yang efektif, efisien, dan segera menghadirkan kebijakan sektor energi.

"Energi merupakan modal dasar pembangunan. Apa pun kebijakan sektor ini akan membawa dampak langsung dan tidak langsung terhadap perekonomian negara ini," katanya menandaskan.
[Read More...]

Tolak Bantu IMF, AS: Eropa Bisa Selesaikan Sendiri Krisisnya

- Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan menolak ambil bagian dari rencana IMF menambah dana talangan untuk membantu krisis Eropa. AS menyebut Eropa punya kapasitas untuk mengatasi krisisnya sendiri.

"Kami tetap percaya IMF dapat memainkan peranan penting di Eropa, tapi hany sebagai suplemen dari upaya Eropa sendiri," ujar juru bicara Departemen Keuangan AS, Kara Alaimo seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/1/2012).

IMF mencari tambahan dana hingga US$ 500 miliar untuk melindungi Eropa dari krisis yang semakin dalam. Namun AS meyakini, Eropa memiliki kapasitas penuh untuk mengatasi krisis itu.

"Eropa memiliki kapasitas untuk memecahkan masalahnya. IMF tidak dapat menggantikan dinding penjagaan kawasan Eropa yang kuat," jelasnya.

"Kami telah mengatakan kepada partner internasional bahwa kami tidak punya keinginan untuk memberikan tambahan sumber-sumber (pendanaan) untuk IMF," tambahnya lagi.

Pernyataan tersebut keluar beberapa saat setelah IMF mengumumkan rencananya menambah pendanaan seiring meningkatnya krisis utang Eropa yang dikhawatirkan bisa mengancam perekonomian glonal. 

"Berdasarkan perkiraan kami potensi pembiayaan global membutuhkan sekitar US$ 1 triliun dalam beberapa tahun kedepan, IMF ingin menambahnya menjadi US$ 500 miliar sebagai tambahan sumber pembiayaan," jelas IMF dalam pernyataannya.

Jumlah itu termasuk dari komitmen negara-negara Eropa yang berkontribusi sekitar US$ 200 miliar.




finance.com
[Read More...]

Pembatasan BBM Subsidi, 9 SPBG Baru Disiapkan di Jabodetabek

 Dalam rangka pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, pemerintah menyediakan opsi masyarakat yang memiliki mobil berplat hitam untuk menggunakan BBM non-subsidi atau mengalihkan bahan bakar mobilnya menjadi berbahan bakar gas.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan 9 SPBG baru khusus di Jabodetabek dalam rangka pengalihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

"Sedang disiapkan, yang penting disiapkan opsi ke BBG. Kalau plat hitam tidak diperkenankan subsidi, pertamax, atau pertamax plus, atau BBG, kalau mau lebih murah ke BBG," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Untuk tahap pertama, pelaksanaan pengalihan ini akan dilakukan di Jabodetabek. Armida menyatakan pemerintah akan menambah 9 SPBG guna memperkuat 10 SPBG yang telah ada.

"Untuk pengalihan itu tapi ini perlu infrastruktur, ada 19 SPBG, 10 sudah ada, tambah 9 untuk Jabodetabek," ujarnya.

Guna pengalihan tersebut, pemerintah menyediakan insentif bagi investor yang akan mengalihkan SPBU ke SPBG. Insentif tersebut berupa subsidi bunga kredit.

"Subsidi itu untuk investasi SPBU, dispenser Pertamax dan konverter ke SPBG, ini kan perlu investasi, investasi itu diambil kredit, jadi bunganya yang diinsentif," jelasnya.

Sementara, untuk pembelian konverter kit oleh masyarakat, lanjut Armida, pemerintah belum menentukan insentifnya. 

"Itu kan untuk konsumen, saya punya mobil pengen pakai gas, itu kan ada yang 13 juta. yang itu, subsidinya belum ditentukan, tapi kalau dari SPBU ke SPBG sudah ditentukan," tegasnya.

Armida menegaskan converter kit ini perlu memenuhi standard sehingga tidak membahayakan masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaannya.

"Pengadaan converter kit, untuk pertama kombinasi dulu, ada yang impor ada yang dalam negeri. yang penting masalah standardisasi, keamanan dari produk, itu produk harus memenuhi standard, kemudian pemakaian harus dipahami, pemasangan juga," tandasnya.






http://us.finance.detik.com/read/
[Read More...]

Pertamina Ingin Jualan Pelumas di Eropa

 Setelah berhasil menjual ke belasan negara Asia dan Australia, PT Pertamina (Persero) akan membidik pasar Eropa untuk penjualan pelumas. Negara yang akan dibidik adalah negara-negara yang memiliki pendapatan tinggi.

"Jangka panjang nanti kita akan ekspansi ke negara-negara yang punya income tinggi," kata Vice President Lubricant Pertamina, Supriyanto, D.H, sebelum peluncuran pelumas merek pelumas di Mandala Garden, Shanghai, China (9/1/2012).

Sebab, menurut Supriyadi, negara-negara yang akan dibidik adalah negara-negara yang penduduknya mampu membeli produk otomotif baru dengan spesifikasi tertentu. Khusus di Eropa, karena memiliki cuaca yang berbeda, maka produk yang akan dihasilkan pun juga disesuaikan.

"Kita buat produksi sesuai dengan kondisi cuaca negara-negara yang bersangkutan. Bisa ke negara dingin, panas, atau cuacanya ekstrem sekaligus," imbuhnya.

Pasar internasional untuk penjualan pelumas, menurut Supriyadi, sangat potensial. Tahun 2011 saja, khusus negara Pakistan, Pertamina berhasil menjual pelumas senilai US$ 1,3 juta. 

"Untuk Pakistan, lima tahun mendatang market share-nya bisa mencapai 10 persen," kata Supriyanto optimistis.

Pelumas Pertamina juga sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk Belgia, Saudi Arabia, Myanmar, Singapore, Taiwan, Philipina, Timor Leste, Malaysia, Nepal, Australia, Jepang, Thailand, Korea, dan Nepal. Selain itu Pertamina juga mengekspor pelumas ke Pakistan dan Uni Emirat Arab dengan merek Zipex.

Bertambahnya negara tujuan ekspor pelumas Pertamina ini menunjukkan semakin banyaknya konsumen di negara lain yang percaya menggunakan pelumas produk Pertamina.

Khusus di China, Pertamina hari ini melaunching Fastron atau dalam bahasa Mandari disebut 'Sutelong'. Peluncuran di China ini diharapkan mampu semakin meningkatkan ekspansi penjualan pelumas Pertamina karena pasar di China saat ini 10 kali lipat pasar di Indonesia.

"Ini skala bisnis yang menjanjikan," tutur Supriyadi.




http://m.detik.com
[Read More...]

Hatta Klaim Insentif Pajak Ampuh Tarik Investasi

Pemerintah mengklaim fasilitas insentif pajak seperti tax allowance dan tax holiday banyak menarik investor petrokimia. Minat itu mulai terlihat semenjak dkeluarkannya fasilitas tersebut.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/1/2012).

"Satu hal menggembirakan, mulai terlihat keinginan investor masuk ke petrochemical yang selama ini mandek di Indonesia, seiring dengan kita berikan tax allowance dan tax holiday," ujarnya.

Hatta menilai sektor pengilangan yang tadinya memiliki margin kecil kini memiliki potensi keuntungan yang besar sehingga menarik para investor di tahun 2012 ini. Hal ini ke depannya juga akan mengembangkan industri-industri pendukung lainnya.

"Sekarang minat itu cukup besar, saya perkirakan 2012 semakin banyak industri-industri yang memerlukan industri-industri lain, dalam arti industri pendukung seperti bahan baku yang tren meningkatkan impor akan kita berikan insentif di sini," ujarnya.

Melihat dari pertumbuhan industri ini, Hatta menyatakan Indonesia tidak berpotensi 'kepanasan'. Hal ini dari adanya kekhawatiran soal pertumbuhan ekonomi yang tinggi memicu impor bahan baku yang tinggi.

"Saya tidak melihat gejala itu karena akan overheating kalau sektor kita tidak tumbuh. Kalau dilihat dari sisi sektor cukup ekspansif," tandasnya.




http://m.detik.com
[Read More...]

Merpati Terancam Ditutup, Nasib Karyawan Belum Jelas

 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, tidak mau berandai-andai tentang nasib PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) apabila gagal untung dalam masa setahun kinerja yang diberikannya. Termasuk nasib karyawannya.

"Tunggu satu tahun lagi saja," kata Dahlan kepada wartawan seusai rapat kerja tahunan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) di kantor Pusat Penelitian Semen, Jalan Veteran, Surabaya, Senin (9/1/2012).

Meski didesak tentang nasib karyawan Merpati nanti, Dahlan juga enggan berkomentar dan lebih memilih menunggu kinerja MNA selama setahun ke depan."Tunggu satu tahun lagi," ulang Dahlan.

Seperti diketahui, Dahlan sempat mengusulkan untuk menutup Merpati. Pasalnya, setelah disuntik dana oleh pemerintah sampai kini tidak banyak perubahan.

Usulan itu disampaikan Dahlan dalam rapat bersama manajemen dan komisaris maskapai plat merah itu akhir pekan lalu. Komisaris Utama Merpati M. Said Didu yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, manajemen masih percaya Merpati bisa berkembang.

Karena itu Dahlan memberi waktu satu tahun bagi PT MNA untuk memperbaiki diri. Asal tidak merugi secara operasional selama waktu itu, Merpatitidak akan ditutup. Bagi Dahlan, Merpati merupakan BUMN yang tidak sehat dan hendak ditutupnya.

Bahkan Dahlan berkeinginan agar dana Rp 561 miliar yang diinjeksikan untuk memulihkan Merpati lebih baik didimanfaatkan untuk membeli lahan sawit. Pembelian lahan sawit dinilai lebih berprospek ketimbang kelangsungan hidup Merpati.

http://m.detik.com 

Share


[Read More...]

Nasib Terlantar, 136 Nasabah Bank Global Mengadu ke DPR

Sebanyak 136 nasabah eks PT Bank Global Tbk (Bank Global) mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI. Mereka merasa kecewa karena pemerintah tidak melaksanakan putusan yang dimenangkan oleh nasabah Bank Global hingga ditingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA).

Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan sejak masih dijabat Sri Mulyani Indrawati hingga Agus Martowardoyo tetap tak melaksanakan keputusan tersebut.

"Ya ada pengaduan dari nasabah eks Bank Global kepada Komisi XI. Nanti akan segera dibahas melalui rapat internal," ungkap Anggota Komisi XI Maruarar Sirait kepadadetikFinance di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dalam surat yang ditujukan pada Komisi XI, sebanyak 136 nasabah yang tergabung dalam Ikatan Nasabah Korban PT Bank Global Tbk yang diwakilkan Ana Lukman, Haryanti, Lenny Suharto dan Siviana Widjaja meminta DPR mengawasi khusus Menteri Keuangan yang dengan sengaja tidak ingin melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Putusan atas kasus antara nasabah Bank Global melawan Menteri Keuangan telah dimenangkan nasabah baik di tingkat PTUN, Kasasi, maupun PK di MA. Namun sampai saat ini Menteri Keuangan tetap tidak patuh melaksanakan putusan," tulis para nasabah.

Dijelaskan para nasabah, sejak putusan terakhir pada 3 Juni 2009 di MA, maka tidak ada upaya hukum lagi yang dapat ditempuh oleh Menteri Keuangan dalam kasus Bank Global.

"Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap tidak melaksanakan putusan tersebut. Nasabah sudah beritikad baik dengan datang berulang kali ke Depkeu namun selalu dihalang-halangi dan di cegah oleh staf-nya," jelas Nasabah.

Ketidakjelasan pembayaran oleh Sri Mulyani, sambung para nasabah diharapkan tidak terjadi sekarang. Dengan kepemimpinan menkeu yang baru dan bantuan DPR dana nasabah bisa dikembalikan.

"Ditengah kesibukan DPR mengawal kasus Bank Century, kami ingin DPR juga melakukan audeinsi dengan kami guna membahas kasus Bank Global," ungkap Nasabah.

Seperti diketahui, PT Bank Global Tbk dicabut izinnya oleh BI pada 13 Januari 2005. Bank Global tercatat sebagai bank yang masuk program penjaminan pemerintah. Namun kisruh pengembalian dana masih terjadi hingga saat ini.






http://finance.detik.com/
[Read More...]

Nama MPV Suzuki Terinspirasi dari Indonesia

Produsen mobil Suzuki baru saja memperlihatkan Multi Purpose Vehicle (MPV) anyar bernama Ertiga. Usut punya usut, nama Ertiga ternyata terinspirasi dari bahasa Indonesia.

Managing Director & CEO Maruti Suzuki India Limited Shinzo Nakanishi mengatakan kalau nama Ertiga terinspirasi dari bahasa Indonesia. 

Dahulu ketika masih dalam bentuk konsep, mobil ini dinamakan dengan nama rIII yang bila disebut dalam bahasa Indonesia akan berbunyi 'Ertiga.' Ketika dalam bentuk konsepnya, mobil ini juga sempat dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010.

"Nama Ertiga terinspirasi dari Indonesia dan saya rasa nama ini adalah nama yang bagus, mudah diucapkan dan mudah diingat," jelas Nakanishi juga merupakan salah satu pelopor pembangunan merek Suzuki di Indonesia.

Nama ini menurut Nakanishi terdengar bagus dan menarik serta mudah diingat oleh orang-orang dari negara mana pun.

Suzuki Ertiga sendiri merupakan mobil 7 penumpang yang diluncurkan di India tapi juga akan segera masuk Indonesia. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.265 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.685 mm. Wheelbase mobil ini berada di angka 2.740 mm.

Desain mobil yang menerapkan front wheel drive ini tampak segar dengan garis yang mengalir dari facia hingga ke buritan. Desain eksterior ini berpadu dengan interior yang memadukan dua warna dengan audio system yang sudah dilengkapi dengan USB dan 4 speaker serta 2 tweeter.

Sementara untuk pengendara, kontrol audio kini sudah bisa diatur melalui tombol di roda kemudi.

Sementara untuk dapur pacunya, Suzuki menghadirkan 2 pilihan mesin pada mobil yang sudah dilengkapi dengan immobilizer ini yakni mesin bensin 1.4 liter yang merupakan mesin generasi baru dan mesin diesel 1.3 liter.

Untuk mesin bensinnya, Suzuki menaruh mesin K-series berkapasitas 1.4 liter yang mampu memuntahkan tenaga hingga 70 kW di 6.000 rpm dengan torsi 130 Nm di 4.000 rpm.

Sementara mesin diesel berkapasitas 1.3 liter sudah memiliki tenaga hingga 66 kW di 4.000 rpm dengan 200 Nm di 1.750 rpm sebagai torsinya. Mesin ini pun sudah dilengkapi dengan teknologi DDiS Super Turbo.

Namun, meski memiliki tenaga yang lumayan, kedua varian Ertiga ini akan datang dengan efisiensi tinggi. Untuk mesin bensinnya, Ertiga mampu membukukan efisiensi hingga 16,02 km/liter, sementara untuk mesin dieselnya mampu mencatatkan efisiensi hingga 20,77 km/liter.

Untuk harganya, Suzuki yang akan melepas Ertiga pada bulan Maret nanti di India, kabarnya akan dilepas dengan harga sekitar Rp 120,7 juta sampai Rp 138 juta.




http://oto.detik.com/
[Read More...]

Pertamina Setor Pajak Rp 50,9 Triliun di 2011

 PT Pertamina (Persero) berhasil menyumbang Rp 50,9 triliun untuk penerimaan pajak negara di tahun 2011. Jumlah ini sekitar dua setengah kali lebih besar dari perkiraan keuntungan Pertamina 2011 Rp 20,7 Triliun (unaudited). Sementara total sumbangan pajak Pertamina dalam 6 tahun sebesar Rp 265 triliun.

"Setoran pajak tersebut merupakan yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Setoran pajak Pertamina juga dipastikan akan terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan target peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan dalam 5 tahun ke depan," ujar VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun melalui siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (8/1/2012).

Harun menjelaskan total pajak yang telah disetor Pertamina dalam 6 tahun terakhir sebesar Rp 265 Triliun, yang terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) potong pungut yang meliputi PPh 21,22,23, 15, 4 (2) Final dan 26, PPh dibayar dimuka yaitu pajak yang dipotong oleh pihak lain (PPh 22 impor dan PPh 23) serta PPh pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

"Selain itu, terdapat pula setoran berupa kepabeanan, serta pajak dan retribusi daerah," ujarnya.

Berdasarkan data Pertamina sejak Januari 2006 hingga November 2011, nilai PPh potong pungut secara total mencapai Rp 11,7 triliun, sedangkan PPh dibayar dimuka senilai Rp 33,6 triliun. PPN, yang merupakan setoran pajak tertinggi Pertamina dari tahun ke tahun, pada periode yang sama telah disetor sebesar Rp 173,8 triliun.

Sementara itu, setoran kepabeanan nilainya sebesar Rp 5,1 triliun. Pajak dan retribusi daerah yang terdiri dari PBB, BPHTB, Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama, retribusi pemakaian air, pajak penerangan jalan, pajak reklame dan pajak daerah lainnya mencapai Rp 41,5 triliun.

“Setoran pajak Pertamina kepada negara terus mengalami kenaikan berarti dalam 6 tahun terakhir yaitu sekitar 41% atau rata-rata naik sekitar 7% per tahun. Kenaikan itu terjadi pada hampir seluruh jenis pajak yang dibayarkan,” tambah Harun.

Untuk periode Januari hingga November 2011 saja, nilai setoran pajak Pertamina mencapai Rp 50,9 triliun. Jumlah ini melampaui nilai setoran tertinggi sebelumnya pada sepanjang tahun 2008 yang mencapai R p50,7 triliun. Pada periode tersebut, setoran PPN Pertamina mencapai Rp 33 triliun, pajak daerah Rp 9,7 triliun, PPh dibayar dimuka Rp 5,1 triliun dan PPh potong pungut Rp 2,3 triliun dan sisanya merupakan setoran kepabeanan.

“Setoran PPN dan pajak dan retribusi daerah merupakan setoran paling besar dan cenderung konsisten mengalami kenaikan,” jelasnya.

Adapun, laba bersih yang dibukukan Pertamina dalam periode yang sama mencapai sekitar Rp 111 triliun atau rata-rata Rp 18,6 triliun per tahun. 

“Artinya setoran pajak Pertamina telah lebih dari dua kali lipat dari laba bersih yang diperoleh perusahaan. Setoran tersebut diharapkan terus bertambah seiring dengan target peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan,” pungkasnya.






http://finance.detik.com/
[Read More...]

Kimia Farma Gelontorkan Rp 150 Miliar Tambah Apotek Baru

 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana menambah modal Rp 150 miliar kepada salah satu anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek. Selain meningkatkan kualitas apotek yang sudah ada, tambahan modal juga akan digunakan untuk membangun apotek dan sejumlah klinik baru di seluruh Indonesia.

“Tambahan permodalan yang Rp 150 miliar akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan apotek yang ada, menambah apotek dan klinik,” ujar Dirut PT Kimia Farma Tbk M Syamsul Arifin dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (8/1/2012).

KAEF akan mengembangkan One Stop Healthcare Solution (OSHcS) yang merupakan satu layanan yang diperkenalkan oleh PT Kimia Farma Apotek kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan terpadu, yakni konsep layanan yang lebih berorientasi kepada pasien (patient oriented) dengan memberikan jasa kefarmasian dan solusi jasa kesehatan terkait.

“Kita tidak hanya ingin sekedar menjual obat-obatan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap mulai dari dokter umum, dokter spesialis, laboratorium klinik dan kebutuhan layanan kesehatan lainnya. Semuanya cukup di satu tempat,” jelas Syamsul.

Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan terpadu diawali di Cilegon yang merupakan prototipe yang akan dikembangkan di banyak kota sebagai bagian dari upaya perseroan memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Dalam membangun layanan kesehatan terpadu, PT Kimia Farma Tbk menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang membantu dalam penyediaan tenaga dokter. PT Kimia Farma Tbk juga menjalin kerja sama dengan PT Telkom Tbk untuk menyedia jaringan. 

Di tempat yang sama, Direktur PT Kimia Farma Apotek, Imam Fathorrahman menambahkan bahwa prototipe layanan kesehatan terpadu yang dibangun di Cilegon akan dibangun di beberapa kota besar lainnya. Beberapa kota siap dikembangkan, diantaranya, Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Malang, Bogor, Makasar, Cirebon dan banyak kota-kota besar lainnya.

“Tahun ini, kita akan bangun sebanyak 20 layanan kesehatan terpadu di beberapa kota besar lainnya,” imbuh Imam.

Menurutnya, selain membangun 20 layanan kesehatan terpadu, manajemen Kimia Farma Apotek juga akan menambah 50 unit apotek baru dari 406 apotek yang telah ada serta membangun klinik-klinik baru di sejumlah kota.

Sementara terkait dengan rencana ekspansi pengembangan apotek ke Malaysia, Imam mengatakan saat ini prosesnya hampir rampung. Untuk tahap awal, pihaknya akan membangun tiga unit apotek dengan menggandeng mitra kerja di sana. 

“Mudah-mudahan Juli 2012, apotek di Malaysia sudah bisa operasional,” kata Imam.

Khusus untuk investasi layanan kesehatan terpadu, Imam mengatakan bahwa investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena memanfaatkan properti yang telah dimiliki KAEF. 

“Kita kan hanya meng-improve apotek yang sudah ada. Mungkin satu unit layanan kesehatan terpadu hanya butuh tambahan investasi sekitar Rp 300-400 juta,” tambahnya.

Imam mengatakan dengan tambahan investasi yang dilakukan PT Kimia Farma sebagai induk usaha, akan meningkatkan pendapatan maupun laba bersih yang dihimpun KFA. “Untuk semester I 2012, mungkin belum. Pengaruh ke pendapatan mulai di semester II 2012,” katanya.

Sepanjang 2012, KAEF mentargetkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 50 miliar, naik dibanding perkiraan realisasi pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 30 miliar tahun 2011.

Naiknya pendapatan di Kimia Farma Apotek, akan mendorong kinerja di induk usaha. Tahun 2012, PT Kimia Farma Tbk berharap bisa membukukan pendapatan sekitar Rp 4 triliun dengan laba bersih di kisaran Rp 220 miliar.

Saat ditanya realisasi pendapatan 2011, Syamsul mengatakan perseroan mentargetkan pendapatan Rp 3,3 triliun dengan laba bersih Rp 165 miliar. “Saat ini masih dalam tahapan proses audit. Tapi, kita optimis realisasi pendapatan dan laba bersih tahun 2011 jauh di atas yang ditargetkan,” katanya.




http://finance.detik.com/

[Read More...]

Terkini

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
BEM FE UNWIKU © 2011-2012 - Design By: Tain | Profile - RSS -